Ianya sekali... sekali... sekali...
berkali dan berkali!
Terlalu sering menempuh aral yang lebih mirip tembok beton tak berujung
Hanya berujung pada rasa neg dan muak yang teramat
Bukan lagi tentang jalan yang berliku
Ini hanya tentang jalan yang lurus... terlalu lurus!
Lurus dan langsung menabrak kerasnya kebekuan
Sungguh tak ingin hanya berdiam dalam jengah
Bergeser... beringsut sedikit pun sudah sangat melegakan
Lebih mirip sepoi angin yang menerpa saat menikmati hangatnya kopi pagiku
Tapi kaki ini terlanjur letih
Hati terlanjur bersandar pada lemahnya rasa ingin
Melupa pada awal yang menggebu... hampir!
Tak lagi tergapai...
uluran tangan yang semakin saja... menjauh!
Diam... hanya diam!
Memejam mata lelah yang semakin redup
Menghembus nafas dalam yang semakin dalam
Melepas beban yang semakin sarat
Membayang pelukan Kekasih yang sungguh mendamaikan
Bilakah aku kembali padaMu?
Kembali pada titik awal
Pada saat semua dunia dalam genggaman
Pada saat hitam menjadi sedemikian berwarna
Pada saat satu tarikan nafaspun berujung pada seribu kebaikan
Pada saat... telimpuh padaMu menjadi sebuah nikmat tak berujung!
Padjadjaran Suites Hotel_Bogor, 16 Februari 2012