Siapa yang Bodoh???

Pprogram kesehatan sebagus dan secanggih apapun tidak akan menjadi berhasil bila dalam implementasinya tidak memperhatikan "lingkungan" dimana program itu akan dilaksanakan.
implementasi program tidak serta merta semacam hitungan matematis dan ilmiah. Bila perhatian terhadap karakteristik sasaran meleset, maka program kesehatan yang bagus bisa menjadi basi.

Menyalahkan sasaran dengan berasumsi "bodoh", "ndeso", ataupun "kolot", tidak menyelesaikan masalah.
Tetap saja program mandeg. mangkrak.
Bahkan bila perlu menuduh balik, programmer kesehatannya "bodoh!", karena tidak bisa menyelami "lingkungan" dimana dia bekerja.

Dalam filosofi jawa mengajarkan bahwa menjalani sesuatu ada "empan-papan"nya.
segala sesuatu itu harus pada tempatnya, harus tepat waktu dan segala sesuatunya.
Programnya mungkin "bener, ning ora pener".
Programnya mungkin benar, tetapi belum tentu betul.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. eh tapi kita tidak sedang mancing kaan?


-ADL-

#Tak Pernah Bersua

Mataram, 01 Desember 2012

Mungkin terdengar aneh. Atau mungkin biasa saja untuk jaman teknologi yang seperti ini. Kita, berlagak sudah sangat kenal, akrab. Menimpali kesedihan dengan kalimat hiburan. Mengkomentari kegalauan dengan celoteh lucu. Ikut berbinar saat ceria merengkuhmu, pun juga terbersit kesedihan saat kau terlihat rapuh.

Kita tak pernah ragu untuk berbagi kesedihan dan tawa. Berbagi pemikiran seakan kita adalah pakar pamungkas untuk itu, dan kamu pun berlagak serius menanggapi dengan sungguhmu. Perdebatan kita adalah proses yang sungguh menghidupkan.

Entahlah... terkadang kalimat penyemangatmu demikian ampuh untuk membuat hidup terus mengalir, meski raga seringkali telimpuh.
...dan lalu aku, sangat menikmati itu...

Terima kasih!


-ADL-

Apa yang Kamu Cari Mas?

apa yang kamu cari mas?
saat kakimu terayun tak tentu arah, sejalan dengan pikirmu yang kosong menerawang

apa yang kamu cari mas?
saat kakimu semakin jauh melangkah pada arah yang semakin saja tak menentu

apa yang kamu cari mas?
tidakkah berjalan kembali menjadi sesuatu yang kamu rindukan?
bilakah menggenggam kepastian menjadi sebuah keinginan?

Kembali
Kembali mas
Kembalilah…



Santika, Jogjakarta, 15 April 2014