#jalani saja...




hanya sebuah ego dan keakuan.
bergerak meski tertatih.
menikmati mesti terjengkang.
tak lagi ada pilihan.
jalani saja...


bukan lagi saatnya mengeluh




surabaya, 27 desember 2011

#Sajak Berahi

Menyusuri lorong sebuah masa yang masih saja melekat erat di setiap sudut ingatan. Tentang kita. Masih hangat. Masih sepenggalan waktu. Serasa baru kemarin. 
Tanganmu masih erat dalam genggamku. Pelukku hangat merengkuh tubuhmu. Bibir itu... Selalu saja lembut saat senyummu terbasahi bibirku.

Hanya bisa tersenyum merasai.
Menyimpan rapi dalam sudut Hati.

Aku. Kamu. dan semua rasa rindu.


kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Beku

Aku memang diam. Berusaha menjadi batu.
Bukan tak punya rasa. Hanya menguncinya dalam ruang tak berpintu.

Dunia... Tetap saja akan berputar konstan. Meski tanpa kita. Meski Kata Mati melekat pada kita.
Dunia akan tetap indah. Meski kita hanya melihat neraka di dalamnya.

Aku berdiri disini. Tetap diam. Tetap beku. Menikmati akhirku.

Aku akan bersegera. Waktuku tak terlalu banyak. Dan bahkan untuk diriku. Do'akan saja...

Semoga semua kebaikan melekat erat padamu. Mengikut kemana setiap langkahmu tertuju...




kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Penuh

Tak bosan Kau dengungkan puja-puji cinta dalam semua batasan waktu
Dan aku masih saja menjadi pemuja setiap kata nya
Biarlah aku penuhi setiap sudut hati dengan rasa
Mengalirkannya dalam setiap tarikan nafas
Menyebarkannya dalam setiap pompaan jantung
Melantunkan ritmis seiring dzikir nadi


Aku penuh. PadaMu.




kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Seribu Peran

menikmati sebatang nikotin tanpa caffein.
selalu menjadi aneh.
seperti bertelanjang sambil menikmati sebuah panggung.
isis!

akulah penghuni taman sajak.
penikmat semua lakon.
penikmat seribu peran.
kamu. kamu. kamu!
bukan aku!

karna aku hanya penikmat.
seorang penonton.
tak lebih.

mari tabuh gendangnya.
menarilah penuh.
buat setiap penonton terperangah.
buat setiap penikmat takjub.

hingga menangis dalam tawa.
ngakak sampai berlinang air mata.


kawanua cempaka putih_jakarta, 09 desember 2011

#Panggungku!

kamu. berlagak drama queen.
aku. penonton setia.


tawa. tangis. canda. serapah.
apa yang terlewat?


baiklah. aku nikmati semua.
lakoni saja.


...dan aku terpukau!




kawanua cempaka putih_jakarta, 09 desember 2011

#pergilah

pergilah...
ambil langkahmu kemanapun engkau mau menuju
usah menoleh ke belakang, takkan ada kata memelas menghiba yang akan memintamu kembali
jangan pernah ragu, takkan lagi terulur tangan untuk mencegahmu berhenti.

pergilah...
telah berlalu semua cerita sepi
sudah tak ada lagi yang menginginkanmu di sini.


kawanua aerotel_cempaka putih_jakarta, 07 Desember 2011

#drama

Usah kau perlihatkan airmata di depanku,
Bukankah kesedihan sudah menjadi biasa?

Jangan kau pamer derita dengan isakmu,
Karna nestapa adalah nama tengah

Luka apalagi yang mau kau tunjukkan padaku?
Tidakkah terlihat jaringan parut panjang belum mengering?

Bawa saja semuanya di panggungmu
Jangan pernah kau suguh lagi di hadapku.


Soekarno-hatta_Jakarta, 07 Desember 2011

#merah

Biadab!!!
Pekikku tepat di telingamu
Tidakkah nurani pernah tersisa di sudut hatimu

Usah kau cari maknanya
Karna amarahku bukanlah sebuah metafora

Berlarilah...
Sebelum kutemu kau dalam jengah
Sembunyilah...
Atau remuk kau temu pada akhirnya.



Garuda, antara Surabaya-Jakarta, 07 Desember 2011

#puisi

Manis senyummu adalah puisi,
sebagaimana kerasnya gemeretak gigimu saat menahan amarah


Gemulai lambai tanganmu adalah puisi,
sebagaimana tanganmu terkepal penuh saat jengah memenuhi ruang hatimu


Lembut sapamu adalah puisi,
sebagaimana makimu memekak telinga saat terusik nuranimu


Senyum, lambaian tangan dan sapamu,
apa yang tidak aku tahu?


Setiap gerak adalah puisi,
yang memenuhi detak setiap hari




juanda_surabaya, 07 desember 2011