Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

#JUJUR

apakah kataku pedih buatmu pujangga?
itulah aku

ma'afku bila jujur menjadi terlalu pahit bagimu
tak hendak aku bermanis bibir untuk membunga hatimu

aku adalah aku
yang tak hendak menikammu dari belakang dengan pujian busuk
tampar saja bila itu sebuah keinginan
meski tak ragu aku akan membunuhmu dengan sepi

#Pelukan Hangat


Saat ini... biarkan lelaki yang mencintaimu ini pulang
Bermanis mukalah...
Berlagaklah bahwa kau juga mencintainya sepenuh hati
Berpuralah bahwa dia adalah harapan bagi hidupmu

Saat ini... biarkan lelaki yang mencintaimu ini pulang
Terimalah dia dengan pelukan hangat...
Besarkanlah harapan akan masa depan
Jangan biarkan sakit itu menjadikannya lemah

Saat ini... biarkan lelaki yang mencintaimu ini pulang
Rengkuh dia dalam peluk hangatmu...
Berikanlah kenyamanan yang selalu diinginkannya
Dan lalu... biarkanlah racun itu bekerja dengan sempurna


Alia Cikini_Jakarta, 11042012

#tanda

bila telah sampai pada titikku...

akan kutinggal banyak kenang,
meski sebagiannya adalah hitam.
kenangi saja....

kita telah banyak membuat kisah,
bahagia pernah menjadi bahagiannya.
setidaknya sedikit...

aku pernah menggenggam tanganmu demikian erat,
meski juga sesekali terlepas.
bukankah kuat berdiri telah menjadi milikmu?

syukuri saja setiapnya,
apapun itu!


Santika, 27 maret 2012

#jalani saja...




hanya sebuah ego dan keakuan.
bergerak meski tertatih.
menikmati mesti terjengkang.
tak lagi ada pilihan.
jalani saja...


bukan lagi saatnya mengeluh




surabaya, 27 desember 2011

#Sajak Berahi

Menyusuri lorong sebuah masa yang masih saja melekat erat di setiap sudut ingatan. Tentang kita. Masih hangat. Masih sepenggalan waktu. Serasa baru kemarin. 
Tanganmu masih erat dalam genggamku. Pelukku hangat merengkuh tubuhmu. Bibir itu... Selalu saja lembut saat senyummu terbasahi bibirku.

Hanya bisa tersenyum merasai.
Menyimpan rapi dalam sudut Hati.

Aku. Kamu. dan semua rasa rindu.


kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Beku

Aku memang diam. Berusaha menjadi batu.
Bukan tak punya rasa. Hanya menguncinya dalam ruang tak berpintu.

Dunia... Tetap saja akan berputar konstan. Meski tanpa kita. Meski Kata Mati melekat pada kita.
Dunia akan tetap indah. Meski kita hanya melihat neraka di dalamnya.

Aku berdiri disini. Tetap diam. Tetap beku. Menikmati akhirku.

Aku akan bersegera. Waktuku tak terlalu banyak. Dan bahkan untuk diriku. Do'akan saja...

Semoga semua kebaikan melekat erat padamu. Mengikut kemana setiap langkahmu tertuju...




kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Penuh

Tak bosan Kau dengungkan puja-puji cinta dalam semua batasan waktu
Dan aku masih saja menjadi pemuja setiap kata nya
Biarlah aku penuhi setiap sudut hati dengan rasa
Mengalirkannya dalam setiap tarikan nafas
Menyebarkannya dalam setiap pompaan jantung
Melantunkan ritmis seiring dzikir nadi


Aku penuh. PadaMu.




kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Seribu Peran

menikmati sebatang nikotin tanpa caffein.
selalu menjadi aneh.
seperti bertelanjang sambil menikmati sebuah panggung.
isis!

akulah penghuni taman sajak.
penikmat semua lakon.
penikmat seribu peran.
kamu. kamu. kamu!
bukan aku!

karna aku hanya penikmat.
seorang penonton.
tak lebih.

mari tabuh gendangnya.
menarilah penuh.
buat setiap penonton terperangah.
buat setiap penikmat takjub.

hingga menangis dalam tawa.
ngakak sampai berlinang air mata.


kawanua cempaka putih_jakarta, 09 desember 2011

#Panggungku!

kamu. berlagak drama queen.
aku. penonton setia.


tawa. tangis. canda. serapah.
apa yang terlewat?


baiklah. aku nikmati semua.
lakoni saja.


...dan aku terpukau!




kawanua cempaka putih_jakarta, 09 desember 2011

#pergilah

pergilah...
ambil langkahmu kemanapun engkau mau menuju
usah menoleh ke belakang, takkan ada kata memelas menghiba yang akan memintamu kembali
jangan pernah ragu, takkan lagi terulur tangan untuk mencegahmu berhenti.

pergilah...
telah berlalu semua cerita sepi
sudah tak ada lagi yang menginginkanmu di sini.


kawanua aerotel_cempaka putih_jakarta, 07 Desember 2011

#drama

Usah kau perlihatkan airmata di depanku,
Bukankah kesedihan sudah menjadi biasa?

Jangan kau pamer derita dengan isakmu,
Karna nestapa adalah nama tengah

Luka apalagi yang mau kau tunjukkan padaku?
Tidakkah terlihat jaringan parut panjang belum mengering?

Bawa saja semuanya di panggungmu
Jangan pernah kau suguh lagi di hadapku.


Soekarno-hatta_Jakarta, 07 Desember 2011

#merah

Biadab!!!
Pekikku tepat di telingamu
Tidakkah nurani pernah tersisa di sudut hatimu

Usah kau cari maknanya
Karna amarahku bukanlah sebuah metafora

Berlarilah...
Sebelum kutemu kau dalam jengah
Sembunyilah...
Atau remuk kau temu pada akhirnya.



Garuda, antara Surabaya-Jakarta, 07 Desember 2011

#puisi

Manis senyummu adalah puisi,
sebagaimana kerasnya gemeretak gigimu saat menahan amarah


Gemulai lambai tanganmu adalah puisi,
sebagaimana tanganmu terkepal penuh saat jengah memenuhi ruang hatimu


Lembut sapamu adalah puisi,
sebagaimana makimu memekak telinga saat terusik nuranimu


Senyum, lambaian tangan dan sapamu,
apa yang tidak aku tahu?


Setiap gerak adalah puisi,
yang memenuhi detak setiap hari




juanda_surabaya, 07 desember 2011

#Surabaya

Bandara Soetta_Jakarta, 12 November 2011


Surabaya,
Apakah hujan menjadi milikmu hari ini?
Saat aku kerontang mengharap sejukmu

Raga telimpuh tergerus laga
Bersandar penuh bermandi peluh
Sesaat,
sebelum benar menjadi hilan

Pulang
Berharap benar sampai di pangkuan
Menitip resah meski tahu kau lelah

Rehat saja bila tak mampu

#Barangkali Rindu


barangkali rindu,
yang membuat kuat menahan kantuk, meski lelah dalam gelisah tak juga pernah lepas mengikat sebuah nama

barangkali rindu,
yang membuat segalanya seakan berhenti dan melambat dalam hitungan waktu yang tak juga jelas ujung pangkalnya

barangkali rindu,
yang membuat semua hal terasa begitu cepat berlalu seperti tenggelamnya bulan yang berlarian mengejar matahari

barangkali rindu,
yang membuat semuanya menjadi lebih ringan terjalani meski beban sarat memenuhi pundak letih

barangkali rindu,
yang membuat langkah terseok memberati langkah pada semua yang bukan tentang sebuah nama

barangkali rindu,
yang mematri semua kenangan sebagai sebuah indah yang di dalamnya tertulis hanya tentang sebuah nama

barangkali rindu,
yang membuat semua kenangan menghilang. semuanya adalah kekinian yang demikian berwarna saat bersamamu

barangkali rindu,
yang membuat kesempurnaan bukan sebagai milik, semuanya menjadi sebuah upaya pendakian kesempurnaan

barangkali rindu,
yang membuat semuanya terasa sempurna, tak lagi peduli meski berjalan dengan terseok, asal dalam genggaman satu nama

barangkali rindu,
yang membuat segala hal begitu aneh, begitu ajaib, begitu memilukan, begitu membuat tawa renyah, begitu membuat tersedu sedan, begitu naik turun, begitu melambungkan ke langit tujuh, begitu menghempaskan ke dasar tak berujung, begitu... ahh!

#mencibir nasib

Batam, pembuka November 2011


bersungut pada takdir
menjadikan setiap peritiwa sebagai tawa
yang selalu saja melekat
terpatri erat
tak terelakkan
sebagai sebuah ironi
padamu.


mencibir nasib sendiri
menerimanya sebagai badut berhidung merah
menyungging simpul di sudut senyum
tertawa ngakak
dengan bening mengembang di sudut mata
telimpuh.

#tentu saja!

Batam, 30 Oktober 2011


di sini. sepi saja. sendiri. menikmati kenangan setiap yang terlewat.
jatuh bangun. atau tegaknya keinginan saat mendaki puncak.
bersamamu. tentu saja.



seringkali asa tertinggal. di kelokan tajam.
dan bahkan pada saat seharusnya tidak.
tapi tetap saja. hangat rengkuh selalu menemani telimpuh.

sesaat menangis. sesaat menghiba.
menemu cinta. tetap saja. pada sebuah nama.
aku. padamu. tentu saja!

#SEPENGGALAN

Gunung Bintan_Tanjung Pinang, 28 Oktober 2011


Menghitung lagi,
Hari yang berharap tinggal sepenggalan,
sesa'at

Meski nyata hitungan batu masih saja berjajar
Meruah memenuhi hati sesak
Tapi... ahh biasa saja!
...dan bahkan dalam semua rasa sakitnya.

Bentangan kilometer masih saja mengakrabi,
Entah sampai kapan?
Bukannya ini pilihan?
Resiko dari sebuah pilihan

Sungguh, tak ingin tenggelam terjebak
Meski tetap saja...

Perih!

#SEPI

tulungagung, 26 mei 2011


terlalu sering timpang dalam setiap perjalanan. tertatih menjalani semua asa yang coba teraih.
selalu saja ada yang kurang. tak lengkap.
tak pernah lengkap.

menjalani sepi dalam setiap kilometer yang terlampaui. dalam setiap bengkahnya.
tak juga bisa mengalihkan. tak juga sanggup memasung tabir. meski sekedar.
meski hanya sekedar.

tatap lembut yang adalah pandang untukku. senyum tulus yang tak lekang dalam semua gundahmu.
wajah kasih yang adalah milikku.
yak benar... milikku!

untukmu yang memenuhi sepi. aku akan kembali.