#Tak Pernah Bersua

Mataram, 01 Desember 2012

Mungkin terdengar aneh. Atau mungkin biasa saja untuk jaman teknologi yang seperti ini. Kita, berlagak sudah sangat kenal, akrab. Menimpali kesedihan dengan kalimat hiburan. Mengkomentari kegalauan dengan celoteh lucu. Ikut berbinar saat ceria merengkuhmu, pun juga terbersit kesedihan saat kau terlihat rapuh.

Kita tak pernah ragu untuk berbagi kesedihan dan tawa. Berbagi pemikiran seakan kita adalah pakar pamungkas untuk itu, dan kamu pun berlagak serius menanggapi dengan sungguhmu. Perdebatan kita adalah proses yang sungguh menghidupkan.

Entahlah... terkadang kalimat penyemangatmu demikian ampuh untuk membuat hidup terus mengalir, meski raga seringkali telimpuh.
...dan lalu aku, sangat menikmati itu...

Terima kasih!


-ADL-

Apa yang Kamu Cari Mas?

apa yang kamu cari mas?
saat kakimu terayun tak tentu arah, sejalan dengan pikirmu yang kosong menerawang

apa yang kamu cari mas?
saat kakimu semakin jauh melangkah pada arah yang semakin saja tak menentu

apa yang kamu cari mas?
tidakkah berjalan kembali menjadi sesuatu yang kamu rindukan?
bilakah menggenggam kepastian menjadi sebuah keinginan?

Kembali
Kembali mas
Kembalilah…



Santika, Jogjakarta, 15 April 2014

#JUJUR

apakah kataku pedih buatmu pujangga?
itulah aku

ma'afku bila jujur menjadi terlalu pahit bagimu
tak hendak aku bermanis bibir untuk membunga hatimu

aku adalah aku
yang tak hendak menikammu dari belakang dengan pujian busuk
tampar saja bila itu sebuah keinginan
meski tak ragu aku akan membunuhmu dengan sepi

#ego laki-laki dewasa

Aku adalah aku, keegoisan dalam bungkus lelaki dewasa.
Aku melangkah kemanapun kakiku hendak menuju, menapak dengan semua egoku.
Aku dalam semua keegoisanku, menulis hanya dari sudut pandangku.
Aku berlaku seperti layaknya aku, tak juga peduli meski yg menampak adalah ego laki-laki dewasa.
Tidak Ada kita dalam aku, kerna kamu lebur bersama aku, senyawa.
Ujung dari semua cita-cita sosialku adalah aku, juga semua proses hanya bisa berjalan dengan egoku.
Aku... yak aku! Yang akan menuntas semua dengan ego. Tak kubiar selain aku mencampur tangan dalam urusan.
Aku, meski terduduk lesu, aku adalah aku! Tak kubiar kamu menjadikanku kita.
Aku akan hanya berjalan ke arah mana mataku tertuju, tak perlu lirikanmu mengarahkanku. Meski kerlingmu memabukkanku.
Memelukmu penuh bukanlah kita, kerna kamu kubawa terbang ke dalam aku.
Aku, aku, aku... Tenggelam dan menenggelamkan diri dalam sepenuh aku!
Penuh!

#bandara adi sucipto jogjakarta_03062012