Telimpuh #2

Menempuh jalan sabar bukannya sekali
Ianya sekali... sekali... sekali...
berkali dan berkali!

Terlalu sering menempuh aral yang lebih mirip tembok beton tak berujung
Hanya berujung pada rasa neg dan muak yang teramat
Bukan lagi tentang jalan yang berliku
Ini hanya tentang jalan yang lurus... terlalu lurus!
Lurus dan langsung menabrak kerasnya kebekuan

Sungguh tak ingin hanya berdiam dalam jengah
Bergeser... beringsut sedikit pun sudah sangat melegakan
Lebih mirip sepoi angin yang menerpa saat menikmati hangatnya kopi pagiku

Tapi kaki ini terlanjur letih
Hati terlanjur bersandar pada lemahnya rasa ingin
Melupa pada awal yang menggebu... hampir!
Tak lagi tergapai...
uluran tangan yang semakin saja... menjauh!

Diam... hanya diam!
Memejam mata lelah yang semakin redup
Menghembus nafas dalam yang semakin dalam
Melepas beban yang semakin sarat
Membayang pelukan Kekasih yang sungguh mendamaikan
Bilakah aku kembali padaMu?

Kembali pada titik awal
Pada saat semua dunia dalam genggaman
Pada saat hitam menjadi sedemikian berwarna
Pada saat satu tarikan nafaspun berujung pada seribu kebaikan
Pada saat... telimpuh padaMu menjadi  sebuah nikmat tak berujung!


Padjadjaran Suites Hotel_Bogor, 16 Februari 2012

#Bunda, Tiada Selainmu...


Bunda. Berkali sikap dan tindak ini menyakiti hati dan rasamu. Berkali selalu saja ma’afmu mencurah penuh untuk itu.

Bunda. Berkali engkau menangis karena sikap pongahku. Berkali selalu saja kau sedia pangkuan yang selalu saja menenang keangkuhanku.

Bunda. Berkali tubuhmu tercabik sinisme egoku. Berkali selalu saja kau ikhlaskan untuk selalu bisa mendukungku.

Bunda. Berkali sakit, dera dan semua yang bernama lain kesedihan memenuhi hari-harimu. Berkali selalu saja tanganmu terkembang menerimaku apa adanya.

Bunda. Tiada seorang di dunia ini yang mendapat panggilan bunda dari bibirku selainmu. Kerna padamu menemu kedamaian yang mampu mendinginkan angkuhku.


Maharadja Hotel_Jakarta, 29 Desember 2011

#Bila Ini Adalah Sebuah Jalan



Bila ini adalah sebuah jalan yang harus dilalui, maka tidak ada pilihan lain selain menjalaninya sepenuh hati.


Bila ini adalah sebuah jalan untuk menjalankan sisa dharma yang berkali terabaikan, kubutakan mata selain hanya penuh pada jalanMu.


Bila ini adalah sebuah jalan yang satu-satunya untuk menujuMu, maka kaki gemetar akan tetap melangkah pasti di jalan itu.


Bila ini adalah sebuah jalan untuk bisa rebah dipangkuanMu, maka tidak ada kekuatan selainMu yang harus kuhirau selain cahaya menujuMu.


Bila ini adalah sebuah jalan... seret saja , paksa aku, bersimpuh di kakiMu!




Maharadja Hotel_Jakarta, 29 Desember 2011

#Jalan Kembali



Seorang lelaki dan keangkuhannya. Kembali terjengkang menawar takdir yang ditulisnya sendiri. Merintih meratapi jalan yang benar harus dilaluinya. Sakit, tentu saja!

Jalan kesendirian dalam bingarnya kehidupan harus kembali diterjang dengan tubuhnya yang semakin ringkih. Terjengkang berkali harus dilewati untuk menjadi berani. Meski selalu saja, melemahkan hati.

Lelaki dengan keangkuhannya. Tunduk rebah kepada Sang Pembolak-balik Hati. Tak ada lagi yang tersisa dari tegaknya sebuah keinginan selain hanya kembali. Terima nasib yang mencabiknya demi sebongkah hati.

Sekali lagi menempuh jalan Ibrahim yang terlalu lama tergeser keangkuhan. Bukannya sekali, ianya berkali.
Tuhan, masih saja merentangkan tanganNya. Penuh!

Ibrahim bukannya tidak pernah melakukan kesalahan. Tapi ianya selalu saja kembali.

Seorang lelaki dan keangkuhannya, memegang kembali sebuah yakin yang digenggamnya penuh.
Kali ini, tanpa keangkuhan yang telah diambil kembali Sang Pemilik Angkuh.

Jalan berduri dan berkerikil tajam adalah jalanmu untuk kembali!



Maharadja Hotel_Jakarta, 29 Desember 2011

#jalani saja...




hanya sebuah ego dan keakuan.
bergerak meski tertatih.
menikmati mesti terjengkang.
tak lagi ada pilihan.
jalani saja...


bukan lagi saatnya mengeluh




surabaya, 27 desember 2011

#Sajak Berahi

Menyusuri lorong sebuah masa yang masih saja melekat erat di setiap sudut ingatan. Tentang kita. Masih hangat. Masih sepenggalan waktu. Serasa baru kemarin. 
Tanganmu masih erat dalam genggamku. Pelukku hangat merengkuh tubuhmu. Bibir itu... Selalu saja lembut saat senyummu terbasahi bibirku.

Hanya bisa tersenyum merasai.
Menyimpan rapi dalam sudut Hati.

Aku. Kamu. dan semua rasa rindu.


kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Beku

Aku memang diam. Berusaha menjadi batu.
Bukan tak punya rasa. Hanya menguncinya dalam ruang tak berpintu.

Dunia... Tetap saja akan berputar konstan. Meski tanpa kita. Meski Kata Mati melekat pada kita.
Dunia akan tetap indah. Meski kita hanya melihat neraka di dalamnya.

Aku berdiri disini. Tetap diam. Tetap beku. Menikmati akhirku.

Aku akan bersegera. Waktuku tak terlalu banyak. Dan bahkan untuk diriku. Do'akan saja...

Semoga semua kebaikan melekat erat padamu. Mengikut kemana setiap langkahmu tertuju...




kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Penuh

Tak bosan Kau dengungkan puja-puji cinta dalam semua batasan waktu
Dan aku masih saja menjadi pemuja setiap kata nya
Biarlah aku penuhi setiap sudut hati dengan rasa
Mengalirkannya dalam setiap tarikan nafas
Menyebarkannya dalam setiap pompaan jantung
Melantunkan ritmis seiring dzikir nadi


Aku penuh. PadaMu.




kawanua cempaka putih_jakarta, 10 desember 2011

#Seribu Peran

menikmati sebatang nikotin tanpa caffein.
selalu menjadi aneh.
seperti bertelanjang sambil menikmati sebuah panggung.
isis!

akulah penghuni taman sajak.
penikmat semua lakon.
penikmat seribu peran.
kamu. kamu. kamu!
bukan aku!

karna aku hanya penikmat.
seorang penonton.
tak lebih.

mari tabuh gendangnya.
menarilah penuh.
buat setiap penonton terperangah.
buat setiap penikmat takjub.

hingga menangis dalam tawa.
ngakak sampai berlinang air mata.


kawanua cempaka putih_jakarta, 09 desember 2011

#Panggungku!

kamu. berlagak drama queen.
aku. penonton setia.


tawa. tangis. canda. serapah.
apa yang terlewat?


baiklah. aku nikmati semua.
lakoni saja.


...dan aku terpukau!




kawanua cempaka putih_jakarta, 09 desember 2011