Santet yang nama lainnya biasa dikenal sebagai tenung atau teluh adalah sebuah proses yang biasa bagi sebagian kita yang ada di pulo jawa khususnya. Bahkan sudah ada dalam bayangan orang2 bule.
Santet sebenarnya lebih merupakan proses dematerialisasi, dari benda padat (materi) menjadi energy, sehingga mudah untuk dimasukkan ke dalam tubuh (biasanya perut), dan merubahnya kembali menjadi materi setelah pindah ke dalam perut. sedang materi ato benda yang dikirim biasanya adalah benda2 tajam yang diharapkan efek merusak organ dalam tubuhnya lebih cepat. materi itu biasanya sejenis paku, silet, jarum, dsb.
Proses santet ini sangat mirip dengan gambaran orang barat dalam memvisualisasikan teleportasi dalam film startrek ketika awak pesawatnya dipindahkan dari luar pesawat ke dalam pesawat dan sebaliknya. Mudheng po ora? Ra mudheng yo karepmu.
Santet di daerah jawa timur sangat popular di daerah pesisir selatan, mulai dari pacitan, trenggalek, sampai ke banyuwangi. Santet dilakukan manusia dengan berkolaborasi dengan jin untuk dapat melakukan proses dematerialisasi tersebut. Kolaborasi dari manusia goblok dan jin sombong, klop!
Dalam perjalanannya proses pengiriman santet bisa dilihat dengan mata kepala manusia biasa. Mirip dengan bintang jatuh yang cemlorot dengan ketinggian tidak lebih dari rumah tiga tingkat.
Dalam perjalanannya bila proses pengiriman santet itu ketauan mata manusia lain, maka santet biasanya luruh dan gagal kirim. Tapi kondisi ini berlaku untuk dukun yang belon tinggi ilmunya. Untuk dukun santet yang sakti tidak akan keliatan, karena sinarnya lebih transparan.
Bila kamu sedang terjadi rebutan jabatan dan sebagainya yang bisa jadi kemungkinan rawan disantet, maka ada satu cara ampuh untuk menangkalnya. Cara itu adalah tidur di tanah atau lantai. Mengapa demikian? Santet adalah analogi dari energy listrik, yang bila di ground kan akan netral. Coba saja klo gak percaya! Paling2 resikonya cuman masuk angin, obatnya lebih gampang kan? Tinggak kerokan pake balsam cukup.
Beberapa benda yang dikirim ke perut lewat santet bisa terdeteksi oleh alat photo rotgen. Beberapa hasil jepretan itu bisa dilihat di museum kesehatan di jalan indrapura 17 surabaya. Klo gak percaya silahkan datang dan buktikan sendiri, di museum kesehatan ini juga ada koleksi peralatan santet yang dipajang.
Bukan gombal bila saya bilang saya sendiri pernah merasakan di santet. Tujuh hari panas dingin disertai batuk dan mutah darah, badan brasa hancur lebur tidak terkira. Dan ajaibnya… berat badan saya turun lima kilo dalam seminggu, suatu hal yang sangat sulit saya lakukan dalam keadaan yang biasa. bagaimanapun, saya harus bersyukur dan berterima kasih pada pengirim santet tersebut.
Jadi intinya adalah… bila kamu pengen kurus tapi berat untuk diet, cobalah resep ini.. minta temanmu mengirimkan santet untuk dirimu, lakukan sampai target turun berat badannya tercapai.
Bagaimana?
Berani ambil tantangan???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar